khuzaifah hanum

share to others

Tentang Pilpres 2014

leave a comment »

Beberapa waktu lalu, ada sejumlah pertanyaan dan tentang Pilpres 2014. Mohon maaf baru bisa merespon. Kira-kira, ini adalah pandangan saya.

Di awal, saya ingin mendudukkan bahwa Pilpres ini adalah satu sistem suksesi kepemimpinan Indonesia dengan dasar demokrasi.

Kita memilih demokrasi, bukan rezim tirani; maka pemilu adalah keniscayaan.

Kedua pasang capres-cawapres hakikatnya hanyalah manusia biasa, yang Allah SWT takdirkan mereka menjadi capres-cawapres.

Pasti ada celah kekurangan pada diri mereka. Maka, proporsional saja dalam memberikan penilaian. Tapi, jujur sejak dalam pikiran, harus tetap terjaga.

Seperti Anies Baswedan katakan, pasangan capres-cawapres adalah representasi dari pendukungnya.

Ada pasangan capres-cawapres yang didukung mayoritas ulama, partai Islam, cendikiawan muslim, dan elemen kaum muslimin lainnya.

Ada pula pasangan capres-cawapres yang didukung oleh romo2, partai liberal, intelektual anti-Islam, kaum syi’ah, dan golongan sekuler lainnya.

Pasti ada yang kritik: “Lho, kok jadi politik aliran begitu?!”

Maka jawab saya, “Lihat Jakarta! Dahulu kita debat tentang ide politik pragmatis. Sang Gubernur pemenang punya ide brilian, dan ternyata menang. Tapi kini, seperti kata Gigi, semua itu bohong. Oo..”

Lantas di mana jargon ‘Jujur’ itu?!

Saya sependapat seperti Natsir dahulu, sebagai seorang demokrat sejati, saya menghormati setiap pilihan dari saudara2 sebangsa dan setanah air. Kita tetap bersaudara.

Tapi, sebagai seorang muslim, saya selalu ingat pesan Kanjeng Nabi, dari Anas bin Malik ra., “man ashabiha laa yahtam lil muslimiina fa laysa min hum.

(Barangsiapa yang pagi harinya tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan bagian dari kaum muslimin.)

Walau Imam Bayhaqi menyatakan hadits ini sanadnya lemah, tidak berarti kepedulian terhadap urusan kaum muslimin tidak memiliki legalitas. Al-Qur’an dan as-Sunnah memerintahkan kita, “wa ta’awanuu alal birri wat-taqwa“.

Maka ingin saya mengingatkan bahwa kontestasi Pilpres ini bukan sekedar peran kita sebagai WNI; namun juga standing point kita sebagai muslim.

Karena kelak di yaumul-mizan, surat suara yang kita coblos akan menjadi saksi, ke mana keberpihakan (al-wala’ wal-bara’) kita.

Dan semoga, tulisan ini akan menjadi saksi, bahwa saya telah menyampaikan.

Selamat memilih!🙂

Written by hanumisme

July 8, 2014 at 7:26 am

Posted in Indonesia ku, Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: