khuzaifah hanum

share to others

Paradoks Pluralisme

with 4 comments

Mereka berkata tentang indahnya dunia yang penuh harmoni

Dunia yang tiada lagi sekat-sekat primordial keagamaan

Dunia yang tidak lagi terhimpit oleh aturan-aturan tradisi

Dunia yang tidak lagi membeda-bedakan keyakinan

 

Mereka berkata tentang indahnya kehidupan yang damai

Kehidupan tanpa kekerasan atas nama agama

Kehidupan tanpa konflik berbasis ideologi

Kehidupan tanpa prasangka atas perbedaan nilai

 

Mereka berkata tentang indahnya alam yang satu

Alam ketika manusia menyatukan semua keimanan yang berbeda

Tidak ada lagi sekterian agama

Yang ada hanya keyakinan bersama

 

Tapi lihat apa yang mereka perbuat

Mereka mengutuk manusia yang meyakini keesaan Tuhannya

Mereka menghujat hamba yang ingin khusyu’ dalam ibadahnya

Mereka mencerca setiap orang yang membela agamanya karena dinista

 

Dengki,

Karena masih ada engkau yang berbeda dengan mereka

Karena masih ada engkau yang meyakini satu keyakinan saja

Karena masih ada engkau yang mengagungkan Tuhan,

Yang bukan rekayasa mereka

 

Adalah salah, ketika engkau meyakini keimanan yang tunggal

Itu dianggap tidak universal

Adalah salah, ketika engkau menggenggam iman dalam keseharian

Itu dianggap primordial

Adalah salah, ketika engkau mengkhususkan ibadah untuk satu Tuhan

Itu dianggap tidak toleran

 

Salah ketika engkau mengkhususkan diri dan meyakini,

Untuk mu agama mu, dan untuk mereka agama mereka

Salah ketika engkau tidak mengikuti ibadah orang lain, yang berbeda dengan engkau

Salah karena engkau kaku dalam berkeyakinan

 

Karenanya,

Engkau dianggap sebagai makhluk yang keras kepala

Engkau dicap sebagai makhluk yang sok suci

Engkau dihina sebagai makhluk yang tidak plural

 

Kebajikan yang diserukan, kedengkian yang disebarkan

Written by hanumisme

February 18, 2011 at 2:52 pm

Posted in jejak hari

Tagged with ,

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. I like it!

    Salam Damai!

    Maren Kitatau

    February 18, 2011 at 3:02 pm

  2. […] sikap primordial dan menghambat nasionalis. Sungguh menggelikan. Anak-anak didoktrin nilai-nilai pluralisme. Anak-anak diberikan gambaran bahwa agama bertolak belakang dengan nasionalisme, agama hanyalah […]

  3. […] sikap primordial dan menghambat nasionalis. Sungguh menggelikan. Anak-anak didoktrin nilai-nilai pluralisme. Anak-anak diberikan gambaran bahwa agama bertolak belakang dengan nasionalisme, agama hanyalah […]

  4. very nice… tapi kok masih bingung ya sama

    “Kebajikan yang diserukan, kedengkian yang disebarkan”

    maksutnya apa? kok bertolak belakang?

    neevsfc

    June 3, 2011 at 1:22 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: