khuzaifah hanum

share to others

#1 Pagi yang Indah

with 11 comments

Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah surat elektronik dari salah seorang teman ku. Judulnya “Surat Cinta untuk Calon Istri Ku”. Isinya begitu romantis sekali. Tak ku sangka, ia begitu berani menuliskannya, bahkan mengirimnya secara terbuka kepada beberapa milis serta memposting surat tersebut di blog pribadinya.

Sejenak aku merenung, ia saja yang belum jelas istrinya, berani menulis dan mempublikasikannya seperti itu. Sepertinya, aku lebih pantas menulis seperti itu, untuk istriku ya..

Bismillah ar-Rahman ar-Rahiim..

Ku mulai surat cinta ini dengan sebuah do’a..

Yaa Rabb kami, berkahilah kami, berkahilah atas kami, dan himpunlah pernikahan kami dalam kebaikan..

Teruntuk Istri tercinta ku, yang semoga Allah SWT senantiasa memberkahi pernikahan kita..

Sudah tujuh bulan lebih, Allah SWT mempertemukan kita. Dari sebuah alur takdir yang tidak terduga, Allah Yang-Rahman-Nya-Begitu-Luas menganugerahkan kita kemudahan menggapai karunianya, yang bagi ku, itu sangat tak terhingga. Alhamdulillah, semoga kita dapat senantiasa bersyukur.

Aku ingat betul, begitu selesai akad nikah kita. Engkau mencium tangan ku dengan begitu hormat dan sayang. Meskipun, aku agak kaku, karena untuk pertama kalinya ada seorang akhwat (selain adik-adik ku) mengagungkan ku sedemikian rupa. Pada saat itu, engkau mendampingi ku saat aku melantunkan sebuah mahar, ar-Rahmaan, di sebuah rumah Allah dengan nama terbaik, Baitul Ihsan.

Aku masih sangat ingat, ketika kita pulang bersama menuju rumah. Engkau menggandeng tangan ku dengan begitu erat, dan aku masih juga ‘canggung’ jalan di sisi mu. Sementara, para saudara, kerabat, dan teman-teman kita yang lain mengiringi kita, bersama gerimis halus yang menambah syahdu suasana.

Aku tentu begitu ingat, saat satu-per-satu, para keluarga dan sahabat yang menghadiri akad nikah kita bergegas izin untuk pulang. Engkau begitu setia mendampingi ku dengan senyum terindah itu.

Dan kini, tujuh bulan telah berlalu di saat keindahan mu semakin mewarnai dunia ku.

Mungkin, tidak terbayangkan oleh ku, engkau kini melayani ku dengan penuh kerelaan. Padahal, aku tahu, sebelum ini engkau mungkin selalu dilayani oleh orang tua mu, sebagai puteri tercantik satu-satunya yang mereka miliki.

Di saat menjelang pagi, engkau membangunkan aku dengan penuh kasih sayang. Senyum manis itu selalu mengunjungi bangun tidur ku dan mengajak ku kepada kebaikan. Sementara, aku mungkin tidak jarang merengut, karena terbangunkan dari tidur nyenyak ku.

Engkau begitu sabar menunggu ku, untuk kita shalat berjamaah. Sembari menunggu aku berwudhu, engkau bertadarus ria atau mengulang-ulang hafalan terbaik mu. Saat aku selesai berwudhu, shaf-shaf sajadah sudah tersusun rapi, menanti kita shalat berjamaah.

Adzan subuh pun berkumandang, di saat kita menyisakan waktu untuk sedikit bercerita tentang hari yang akan kita jalani pagi-siang-sore ini. Jika sebelumnya, langkah menuju mushalla di subuh-ku hanya ditemani temaram fajar.

Kini, segalanya berubah. Aku tak lagi sendiri menuju masjid dalam kegelapan. Melainkan engkau mendampingi ku di setiap langkah kita, insyaAllah dengan cahaya kebahagiaan. Awal pagi yang nyatanya masih begitu gelap, kini tampak benderang indah.

Seperti biasa, godaan pagi begitu berat untuk tidak lagi memejamkan mata. Saat aku tergiur untuk kembali tertidur, engkau meletakkan al-Quran dalam dekapan ku. Meminta ku untuk melantunkan beberapa ayat suci, atau sekedar mengulang-ulang hafalan ku, atau melantunkan kembali mahar kita. Tidak jarang aku mengelak, tapi engkau begitu sabar mengingatkan ku.

Tak tersadar, aku terbangunkan oleh dentingan cucian piring. Hehe, aku malu, saat aku tertidur di saat tilawah, engkau justru sibuk di dapur. Menyiapkan sarapan pagi kita.

Aku tahu, itu pekerjaan yang sangat berat. Di saat mata ‘seharusnya’ kembali terpejam, tapi engkau menyibukkan diri di dapur. Tak terbayang, seberapa besar usaha mu. Aku hanya tahu, engkau selalu berucap, “hanya mengharap ridha sang suami tercinta,, :)”.

“Kakak, air hangatnya segera digunakan ya.. Nanti keburu dingin..”, suara lembut itu menyapa ku saat handuh sudah ku genggam. Subhanallah, aku tidak menyangka akan sebahagia ini dalam pernikahan yang ‘tak terbayangkan’ sebelumnya. Mau mandi di pagi yang dingin, ternyata ada air hangat.

Begitu keluar kamar mandi, engkau meminta ku untuk merapihkan tempat tidur kita, seraya berkata, “nanti, ajarkan anak-anak kita merapihkan tempat tidurnya ya..”. Hehe, aku semakin tersipu malu. Sementara, seperti biasanya, engkau mencocok-cocokkan pakaian kita untuk hari ini.

Di meja makan, beberapa makanan sudah tersaji dengan cantik. Walau ku tahu, rasanya belum se-cantik penampilannya (hehe, maaf ya, kalo jujur ^^’v). Tapi, ku tahu, usaha mu menyajikan makanan-makanan itu begitu berat.

‘Menyihir’ bahan-bahan mentah menjadi makanan siap saji tidaklah mudah. Karena, aku beberapa kali pernah mencoba-nya. Teringat kata-kata adik-bungsu-ku, “yah, lumayan lah, dari pade lu manyun.. :D”. Tapi, sarapan pagi ini begitu amazing. Bukan dari rasanya, tapi dari perasaan dan pengorbanannya, untuk sang suami tercinta. (hehe, bener kan ya.. :”>)

“ayo dunnnnk, kita udah kesiangan nih”, seru ku di saat engkau masih tersibukkan di depan cermin. Hehe, maaf ya, aku emang kurang sabaran, dan emang suka kayak begini kalo udah rapid an siap berangkat. Tapi, terima kasih, engkau hanya membalas seruan ku dengan senyum.

Subhanallah, engkau masih terus merapihkan diri, agar tetap ‘good-looking’, menata jilbab kain mu agar tetap rapih setelah menikah. Engkau begitu ingin menghormati ku, di saat banyak akhwat-akhwat lain yang sudah tidak begitu rapi menggunakan jilbab setelah menikah, biasanya hanya bergo. Tapi, engkau ingin tetap memuliakan ku dengan jilbab yang tersusun rapi. “Anna di KCB pun ga ada apa-apanya dibandingin kamu deh..😀”.

Saat aku menyiapkan sepeda-motor kita, engkau membekali hari kita dengan satu kotak makan siang. Salah satu ‘bos’ di kantor ku bilang, “whew, it’s a-lunch-tasted-love..”. Dan, kita siap memualai hari ini dengan semangat!

Di sebuah pagi yang indah, selama tujuh bulan lalu.. semoga terus berlanjut.. amiiiiiiin.. ^^

(bersambung..)

Written by hanumisme

October 5, 2010 at 12:01 am

Posted in cermin jiwa

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. So, what have you done, Hanum, for ur wife?😀

    *akyu jd mupeng deh… Hahaha…😀

    Rangga :)

    October 5, 2010 at 7:38 am

    • ayo Rangga disegerakan.. hehehe:)

      iraizzati

      October 6, 2010 at 10:44 pm

  2. hihi.. fashbir akhi, fashbir.. ^^’v

    hudzaifahh

    October 5, 2010 at 9:13 am

  3. okeh deh… oke banget.. merinding bacanya bro…

    JAMAN

    October 5, 2010 at 10:24 am

  4. oke jg jam-jam..😀

    hudzaifahh

    October 5, 2010 at 10:37 am

  5. so sweet banget……

    istri sholehah.. waa.. patut dicontoh.. slm bwt istrinya ya.. hiks2 sedih bacanya…..

    *oia salam kenal😀

    iraizzati

    October 6, 2010 at 10:34 pm

    • segala puji hanya milik Allah SWT, dan semoga kita senantiasa menjadi hamba yang bersyukur..
      salam kenal kembali🙂

      hudzaifahh

      October 7, 2010 at 10:43 am

  6. Ka, blogmu mbok dicerahkan kembali… suram gitu kesannya… tambahin apa gitu… ^^

    Ney

    October 7, 2010 at 10:26 am

    • hehe, udah suka yg seperti ini Ney.. ^^

      hudzaifahh

      October 7, 2010 at 10:43 am

  7. terharu membacanya..😉

    miwa

    November 2, 2010 at 9:44 am

  8. Wow,,,
    MasyaAlloh,,,
    jadi bertanya-tanya pada diri, bisa g’yaaa kaya kak nesya…
    harus mengexplore terus ilmu dari kak nesya nich,,, (alias curhat ujung-ujungnya)

    uhuy, co cuittt,,, hihihi, cuma bisa senyam-senyum sendiri,,,

    Mujahidah_Tangguh

    November 17, 2010 at 8:01 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: