khuzaifah hanum

share to others

Potensi Zakat 2010

with 2 comments

Dalam satu dekade terakhir ini, tampak terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penghimpunan dana zakat. Dari data yang berhasil dihimpun oleh the Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ), terlihat tren positif dalam penghimpunan dana zakat, terutama melalui organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia. Deskripsi tersebut terlihat dalam Asumsi Potensi Penghimpunan Dana Zakat 2010. Penulisan asumsi potensi penghimpunan dana zakat 2010 ini didasarkan pada data urutan waktu (time series) dari dana zakat yang terhimpun melalui lembaga dari tahun 2001 hingga 2008.

Gambar 1. Penghimpunan Dana Zakat 2001-2008

Sumber: analisa IMZ dari berbagai sumber

Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan jumlah penghimpunan zakat dalam OPZ. Persentase kenaikan tertinggi terjadi antara kurun tahun 2004 ke 2005. Dalam rentang waktu tersebut, pehinghimpunan OPZ mengalami kenaikan sebesar hampir 71,75 persen, dari total nilai penghimpunan sebelumnya sebesar 167,59 miliar rupiah menjadi 287,84 miliar rupiah. Sementara itu, peningkatan jumlah persentase penghimpunan terendah terjadi antara tahun 2006 ke 2007. Dalam selisih tahun tersebut, terjadi persentase negatif total penghimpunan sebesar 7,28 persen, dari total penghimpunan tahun 2006 sebesar 413,92 miliar rupiah menjadi 444,07 miliar rupiah.

Sulit menjelaskan fluktuasi perubahan persentase dari total penghimpunan dana zakat yang dilakukan oleh OPZ. Dalam asumsi umum, banyak yang mengaitkan total penghimpunan ini dengan kreatifitas aktifitas fundraising maupun agenda program pemberdayaan dari OPZ yang ada. Sebagaimana pandangan umum bahwa progresifitas penghimpunan OPZ dipengaruhi oleh kegiatan fundraising yang dilakukan, seperti sosialisasi berzakat ataupun berderma melalui OPZ. Atau pun, jumlah penghimpunan OPZ juga dipengaruhi dari publikasi program pemberdayaan OPZ yang menarik simpati publik untuk berderma. Namun, asumsi ini masih belum bisa diyakini mengingat belum ada satupun kajian yang membaca korelasi antara total penghimpunan dengan program fundraising ataupun program pemberdayaan OPZ. Begitupun, asumsi yang menyatakan bahwa kenaikan signifikan dari penghimpunan OPZ dipengaruhi oleh terjadinya bencana telah menjadi persepsi publik yang masih perlu ditelaah lebih mendalam keterkaitannya.

Dalam periode penghimpunan OPZ tahun 2001 hingga 2008, terdapat rata-rata peningkatan persentase penghimpunan sebesar 38,79 persen setiap tahunnya. Data ini dijadikan asumsi untuk mengukur potensi penghimpunan dana zakat di tahun 2009. Dikarenakan belum adanya data yang lengkap terkait total penghimpunan dana zakat di tahun ini. Persentase rata-rata dalam kurun tahun 2001 hingga 2008 tersebut dijadikan dasar acuan kemungkinan penghimpunan dana zakat di OPZ pada tahun 2009. Dengan asumsi dasar bahwa tidak ada bencana alam besar yang menyita perhatian publik dan inovasi program fundraising dan pemberdayaan yang tetap, maka dari persentase rata-rata tersebut diperoleh asumsi konservatif penghimpunan dana zakat pada tahun 2009 sebesar 792,01 miliar rupiah. Dikatakan asumsi konservatif karena menolak kemungkinan-kemungkinan inovasi di luar standard yang telah ada dari OPZ dalam menarik simpati publik untuk membayar zakat dan sedekah melalui OPZ yang ada.

Gambar 2. Asumsi Potensi Penghimpunan Zakat 2009

Sumber: analisa IMZ dari berbagai sumber

Dari perhitungan persentase nilai rata-rata, minimum, dan maksimum, dapat dihitung potensi minimum total nilai penghimpunan pada tahun 2009 sebesar 702,12 miliar rupiah atau sebesar 23,04 persen. Sementara itu, juga diperoleh potensi maksimum total nilai penghimpunan pata tahun ini sebesar 886,07 miliar rupiah, dengan persentase kenaikan maksimum sebesar 55,27 persen. Nominal persentase minimum dan maksimum ini diperoleh dengan menarik nilai tengah persentase minimum ataupun persentase maksimum dari data nilai kenaikan penghimpunan dana zakat oleh OPZ yang ada dalam kurun waktu 2001 hingga 2008. Besaran nilai untuk penghimpunan dana zakat pada tahun 2009 ini bersifat asumsi dari runutan waktu peluang perubahan dari penghimpunan OPZ. Data ini diharapkan bisa menjadi dasar komparasi dengan total penghimpunan OPZ pada tahun 2009.

Dengan model penghitungan dan asumsi yang sama, maka dapat diperoleh potensi penghimpunan dana zakat pada tahun 2010. Melihat data empirik penghimpunan dana zakat dalam kurun waktu 2001 hingga 2008 dan data asumtif total penghimpunan dana zakat pada tahun 2009, diperoleh informasi nilai rata-rata awal dari pertumbuhan penghimpunan dana zakat dalam rentang tahun 2001 hingga 2009 sebesar 28,79 persen. Perhitungan untuk potensi dana zakat di tahun 2010 ini  menggunakan dua bidang asumsi, yakni asumsi persentase di tahun 2009 dan 2010, yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 1. Asumsi Persentase Pertambahan 2010

2010
average minimum maximum
2009 average 38,79% 7,28% 71,75%
minimum 36,82% 7,28% 71,75%
maximum 40,85% 7,28% 71,75%

Sumber: analisa IMZ dari berbagai sumber

Asumsi data persentase tersebut digunakan untuk mengukur potensi penghimpunan dana zakat di tahun 2010. Dengan asumsi penghitungan yang sama, diperoleh besaran nominal konservatif potensi keterhimpunan dana zakat pada tahun 2010 sebesar 1.027,41 miliar rupiah. Nominal besaran penghimpunan itu diperoleh dengan menarik nilai rata-rata dari peluang penghimpunan yang diambil dari persentase rata-rata dan setiap peluang penghimpunan di tahun 2009. Model asumsi penghitungan yang sama digunakan untuk memperoleh nominal keterhimpunan minimum dan maksimum dana zakat oleh OPZ di tahun 2010. Untuk asumsi keterhimpunan minimum dana zakat oleh OPZ pada tahun 2010 sebesar 890,74 miliar rupiah. Sementara itu, asumsi keterhimpunan maksumum dana zakat oleh OPZ pada tahun 2010 mencapai 1,202 triliun rupiah.

Gambar 3. Asumsi Potensi Penghimpunan Zakat 2010

Sumber: analisa IMZ dari berbagai sumber

Dari perhitungan asumsi penghitungan jumlah keterhimpunan dana zakat di tahun 2010 tersebut, tampak masih jauh dari total ketersediaan dana zakat nasional. Hal ini menjadi cukup timpang jika melihat asumsi ketersediaan dana zakat yang ada. Jika melihat bahwa pendapatan penduduk per kapita nasional mencapai pada tahun 2008 mencapai US$ 2.271,2 per tahun, atau setara dengan nilai 21.444.670,4 rupiah per tahun (vivanews.com, 2009). Artinya, setiap penduduk di Indonesia idealnya mendapatkan pendapatan sebesar nominal tersebut. Sementara itu, data BPS memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2008 mencapai 228,52 juta jiwa (bps.go.id, 2009), dengan jumlah penduduk muslim nasional sebanyak 203 juta jiwa (hizbut-tahrir.or.id, 2009). Sementara itu, diasumsikan bahwa daya serap pendapatan di kalangan muslim hanya mencapai 25 persen dari total pendapatan nasional, dengan perhitungan bahwa mayoritas masyarakat muslim lemah dalam kemampuan ekonominya. Dengan dasar asumsi perhitungan tersebut, maka diperleh besaran potensi dana zakat yang tersedia sebesar 27.207.925.570.000 rupiah (27,2 triliun rupiah) per tahun. Angka ini masih bersifat asumtif, karena didasarkan pada asumsi-asumsi yang kurang kuat. Diperlukan kajian dan penelitian yang lebih mendalam terkait potensi ketersediaan dana zakat nasional ini secara lebih empirik.

Hudzaifah Hanum, the Indonesia Magnificence of Zakat

Written by hanumisme

December 28, 2009 at 8:05 am

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hanum, ijin share ya…

    dini

    September 16, 2010 at 7:34 am

  2. assalamualaikum wr.wb. brother, saya juga ijin share yah, thx

    ginanjar

    November 7, 2010 at 3:55 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: