khuzaifah hanum

share to others

selemah-lemahnya..

with 3 comments

Untuk sekian kalinya, saya menyaksikan hal ini. Lampu kereta yang rusak dan padam membuat penumpang lain tampak tak memperhatikan mereka. Dalam keremangan malam hari, meski di tengah padatnya kereta arus balik komutarian menuju Bogor.

Pasangan muda itu berdiri terlalu dekat, melekat erat. Mencoba berhusnuzhan, bahwa mereka adalah pasangan suami-istri. Tapi, mungkinkah mereka begitu kehabisan waktu di rumahnya, hingga harus mengekspresikannya di tempat umum seperti ini, kereta di waktu sepulang kerja.

Ingin menegur, atau setidaknya sekedar bertanya, tapi ada segan. Toh, bisa saja mereka suami-istri yang kehabisan waktu dan ruang domestiknya. Prasangka terus menyeruak, dalam pandangan yang terguncang. Kalaupun mereka halal, toh tak masalah kan. Sekedar mengingatkan

Hati hanya bisa meradang. Menyaksikan begitu lemahnya iman. Tak kuasa untuk mengkonfirmasi prasangka, terjebak dalam kebingungan. Lisan hanya mampu berlirih, berharap semoga praduga hanya prasangka semata. Jikalau dugaan hati benar, bahwa itu sebuah kemaksiatan. Hanya do’a yang bisa terandalkan, dalam selemah-lemahnya iman.

Rabbana zhalamna anfusana wa illamtaghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin..

Written by hanumisme

November 12, 2009 at 9:01 pm

Posted in jejak hari

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. assalaamu’alaykum,
    masya allah, di kereta ya…

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa …” (QS. Al-Hujuraat:12)

    Imam Malik meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah sholallaahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Jauhilah berprasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta. Janganlah kamu meneliti rahasia orang lain, mencuri dengar, bersaing yang tidak baik, saling mendengki, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian ini sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    semoga allah menjaga hati-hati umat tetap dalam kebaikan prasangka terhadap umat yang lain ^^
    barokallaahu fiyka

    awisawisan

    November 17, 2009 at 7:35 am

  2. hehe,, terima kasih awis atas nasihatnya..
    tapi, yg pasti hanum tidak meneliti rahasia orang lain, orang mereka ‘show up’ dihadapan hanum kok..
    semoga kebaikan kan tetap baik, dan keburukan dapat menjadi kembali baik..

    hudzaifahh

    November 17, 2009 at 8:55 am

  3. eh endak, ka, maksudnya nasihat buat ws juga,
    soalnya biasanya sering melihat yg pameran begonoan juga kalo lg di kereta, he,
    lalu emang suka kemana2 deh pikiran ini,
    “eh masak si”
    “eh ko begono si”
    jadi enaknya ngeliat jendela kereta aja…😀

    awisawisan

    November 23, 2009 at 12:22 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: