khuzaifah hanum

share to others

Membangun Gerakan

with 2 comments

Sejarah manusia adalah sebuah rangkaian sejarah pertarungan ideologi. Asumsi ini merupakan sebuah kesimpulan dari analisa perjalanan sejarah hubungan antar ke-lompok besar manusia (peradaban) yang pernah ada di muka bumi. Mulai dari relasi dua anak Adam (Habil dan Qabil), Ibrahim dan Namrud, Musa dan Fir’aun, Islam dan Eropa, Galileo dan Gereja, Uni Soviet dan Amerika Serikat, hingga Israel dan Palestina. Setiap kelompok peradaban dari setiap zaman memiliki ideologi tertentu yang secara mati-matian mereka perjuangkan.

Dari setiap kelompok peradaban tersebut beranggapan bahwa ideologinyalah yang benar dan yang lainnya buruk. Oleh karenanya, mereka menuntut dan dituntut untuk “membenarkan” kelompok yang menggunakan ideologi lain. Upaya “mem-benarkan” kelompok lain seringkali dimaknai sebagai upaya penyerangan baik latent maupun manifest terhadap eksistensi kelompok peradaban lain. Gambaran umum dari bentuk usaha “membenarkan” itu lebih sering terlihat sebagai sebuah konflik.

Ada kecenderungan bahwa sebuah kelompok peradaban hanya akan mampu ber-jaya ketika mereka dengan konsisten memegang teguh ideologi yang mereka yakini. Mesir, Yunani, Persia, Romawi, Islam, merupakan fakta sejarah yang membuktikan hal itu. Hal serupa berlaku pada kemuduran kelompok peradaban yang pernah ada. Pudarnya cahaya kebesaran suatu kelompok peradaban terjadi manakala bangsa pengusungnya mulai meninggalkan ideologi yang perna membawa mereka pada masa keemasan sebelumnya. Sekalipun ada faktor eksternal yang mempercepat ke-hancurannya, seperti invasi asing, kegagalan birokrasi, bencana alam, dan lainnya. Dalam hal ini, ideologi memegang peranan penting dalam rangkaian prestasi suatu kebudayaan.

Sementara itu, ideologi tanpa sebuah gerakan dari pengusungnya merupakan sebuah konsep mati tanpa makna. Gerakan merupakan bentuk nyata perwujudan sebuah ideologi yang telah menjiwa dari setiap kelompok pengusungnya. Dengan gerakan, sebuah ideologi dapat terlihat kebesarannya. Ideologi yang baik bukanlah se-kedar berisi jargon atau slogan yang hanya mampu membangkitkan semangat para pendukungnya. Karena, ideologi yang terbaik adalah konsep ide yang memiliki pen-jabaran praktis mengenai apa dan bagaimana strategi nyata bentuk perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai yang dimilikinya.

Kondisi kemunduran serupa terjadi pada keberadaan Islam dan ummatnya saat ini. Sebagian besar ummat Islam telah meninggalkan Islam sebagai ideologi dalam gerakannya. Islam terkotak-kotakkan dalam segmentasi antara wilayah publik dan privat. Islam, di satu sisi, diyakini sebatas sebuah ritual keagamaan yang hanya meng-atur hubungan individu muslim dengan Rabbnya. Sementara itu, di sisi lain, Islam dilupakan sebagai sebuah kekuatan komunal yang berfungsi sebagai aturan-aturan yang membimbing individu-individu muslim dalam setiap aktifitas kehidupannya, baik ritual agama, pola relasi sosial, transaksi ekonomi, hingga sistem politik, hukum, dan tata pemerintahan.

Padahal, dengan bersandar pada ideologi Islam-lah, semua gerakan-gerakan yang dibangun oleh kaum muslimin pada masa terdahulu mampu menorehkan ukiran emas dalam mata rantai perjalanan sejarah manusia. Bagaimana hanya dengan waktu sepuluh tahun, Rasulullah mampu menaklukan Makkah secara gemilang tanpa harus pertumpahan darah. Bagaimana di era Sahabat, kaum muslimin mampu menakluk-kan Persia dan Romawi, yang merupakan dua negara adidaya pada masa itu. Bagai-mana wilayah Eropa terkepung oleh pesatnya perkembangan dan penyebaran Islam baik dari barat dan timur.

Membangun gerakan yang berdasarkan Islam sebagai ideologi merupakan sebuah agenda besar yang membutuhkan waktu yang relatif sangat panjang dalam rangka mengembalikan kejayaan Islam. Ketidakpuasan terhadap konsepsi sistem kehidupan saat ini yang didominasi oleh ideologi barat dengan kerangka determinasi materialis-tiknya merupakan sebuah titik tolak yang bisa dijadikan sebagai batu pijak memba-ngun kembali kejayaan Islam. Barangkali, akan terlalu sulit bagi ummat Islam melaku-kan percepatan pemikiran dalam menandingi konsepsi materi ideologi barat yang sudah mengakar di seluruh pemikiran manusia di muka bumi.

Satu-satunya celah yang mungkin dimiliki oleh Islam adalah konsep ideal tentang nilai-nilai kebenaran. Saat ini, ideologi barat terombang-ambing dalam berbagai pe-mikiran bagaimana esensi sesungguhnya dari sebuah nilai-nilai kebenaran universal. Dialektika materialisme yang semenjak awal dibangun sebagai fondasi pemikiran per-adaban barat tidak mampu menjawab apa, siapa, dan bagaimana manusia ada saat ini. Akibatnya, manusi kehilangan arah dalam menentukan tindakan dalam hidupnya. Konsepsi tersebut akhirnya membawa manusia kepada kebingungan tanpa akhir.

Dari kebingungan inilah, seharusnya, gerakan-gerakan berbasis Islam sebagai ideologi bangkit. Kebingungan tersebut sudah semestinya dijawab dengan tegas oleh Islam dan ummatnya. Gerakan yang dibangun merupakan sebuah rangkaian sejarah dari mata rantai peradaban Islam sebelumnya. Bukan malah sekedar mengembalikan kejayaan Islam pada era terdahulu yang menafikan perkembangan zaman. Gerakan pengembalian kejayaan Islam saat ini merupakan sebuah pohon yang tumbuh bibit yang dihasilkan dari panduan dasar Islam (al-Qur’an dan as-Sunnah) yang dapat tumbuh subur dengan nutrisi dari nilai-nilai yang ada pada era kontemporer saat ini. Artinya, secara mendasar gerakan tersebut berdasar pada nilai-nilai dasar al-Qur’an dan as-Sunnah, namun mampu berkembang pesat dengan penyesuaiannya terhadap kondisi zaman. Dengan demikian, Islam merupakan sebuah ideologi dinamis yang tidak usang karena terpaku pada masa kejayaannya dahulu kala.

Written by hanumisme

June 30, 2009 at 4:02 pm

Posted in tentang Islam

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Subhanallah, tulisan hanum tajam tapi halus. Salut..

    Rina

    August 8, 2009 at 10:00 am

  2. agak dipoles dikit blognya num, n sering2 masuk ke blog lain,ninggalin link..biar banyak dibaca temen2:)
    Sukses selalu..!!

    hadi

    August 8, 2009 at 10:04 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: