khuzaifah hanum

share to others

Archive for the ‘Refleksi’ Category

Paradoks Pluralisme

with 4 comments

Mereka berkata tentang indahnya dunia yang penuh harmoni

Dunia yang tiada lagi sekat-sekat primordial keagamaan

Dunia yang tidak lagi terhimpit oleh aturan-aturan tradisi

Dunia yang tidak lagi membeda-bedakan keyakinan Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

February 18, 2011 at 2:52 pm

Posted in jejak hari

Tagged with ,

Dua Episode Cinta

with 2 comments

Sebuah atsar dari Ali ibn Abi Thalib r.a., ia mengatakan bahwa cinta itu memiliki dua episode. Yang pertama adalah pengorbanan, dan yang kedua adalah keberanian. Meskipun saya tidak begitu mengetahui lebih jauh tentang periwayatan atsar tersebut, tapi sepertinya matan yang disampaikan cukup bagus.

Ingin saya berbagi, dengan bahasa pemaparan saya sendiri..

Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

February 14, 2011 at 5:01 pm

Posted in jejak hari

7 Perangkap Setan

with 4 comments

Mengutip salah satu ulama terkenal, Ibnu Qayyim al-Jauzi, di sini ingin saya berbagi tentang sebuah nasihat baik yang semoga bermanfaat bagi kita semua. Dalam kutipannya tersebut, setidaknya ada 7 (tujuh) tingkatan godaan setan terhadap manusia.

Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

February 14, 2011 at 2:05 pm

Posted in jejak hari

#1 Pagi yang Indah

with 11 comments

Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah surat elektronik dari salah seorang teman ku. Judulnya “Surat Cinta untuk Calon Istri Ku”. Isinya begitu romantis sekali. Tak ku sangka, ia begitu berani menuliskannya, bahkan mengirimnya secara terbuka kepada beberapa milis serta memposting surat tersebut di blog pribadinya.

Sejenak aku merenung, ia saja yang belum jelas istrinya, berani menulis dan mempublikasikannya seperti itu. Sepertinya, aku lebih pantas menulis seperti itu, untuk istriku ya..

Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

October 5, 2010 at 12:01 am

Posted in cermin jiwa

Matinya si Biang Kerok

leave a comment »

“Akhirnya mati juga si Biang Kerok itu!”. Seloroh itu terlontar begitu saja dari salah satu mulut warga yang berkerumun di tepi pemakaman keluarga itu. Beberapa warga lain yang mendengar, hanya tersenyum miris meng-iya-kan. Kata-kata yang tak etis untuk sebuah prosesi pemakaman. Tapi, itulah kenyataannya. Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

May 8, 2010 at 1:33 pm

Posted in jejak hari

Salah Antri (Takdir)..

leave a comment »

Menjelang siang itu, udara terasa begitu panas tak biasanya. Memasuki sebuah lobi kantor cabang bank swasta di pinggiran ibukota, semilir udara yang terdinginkan cukup menyejukkan. Tapi, pandangan terbelalak dengan panjangnya antrian yang harus dilalui. Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

May 6, 2010 at 10:14 am

Posted in jejak hari

Adalah Engkau

with 2 comments

Adalah engkau dia yang ku rindu
Tuk menjadi bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu
Di perjalananku

Tibalah waktu yang telah ku rindu
Tuk selalu bersama dengan mu
Tlah terbuka pintu itu
Akad tlah terucap sudah
Dinda marilah melangkah

Dinda temanilah aku di setiap detik ku
Dengan doamu
Bila terpisahkan waktu
Tetaplah di sini di dalam hatiku

Ya Rabbi izinkanlah kami
Untuk terjaga selalu di jalan-Mu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga
Di lelahnya jiwa

Adalah engkau dia yang kurindu
Tuk selalu hadir dihidupku
Mengiringi setiap langkah saat menuju
Acuan hidup ini

.

-seismic-

Written by hanumisme

February 26, 2010 at 4:00 pm

Posted in cermin jiwa

Mengenang Gus Dur

with 2 comments

Takdir bak misteri. Ia layak sebuah kotak Pandora, yang tak seorang pun tahu apa isinya. Ya, adagium tersebut tampak menunjukkan eksistensinya. Saat mendengar berita kematian Gus Dur, kemarin malam. Terkejut dan hampir tidak percaya, terjadi begitu saja. Begitulah takdir memainkan perannannya. Ia hadir begitu elegan dengan kedigdayaannya. Kadang mengalir cepat, melambat, kembali cepat, dan mendadak terhenti. Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

December 31, 2009 at 2:53 am

Posted in jejak hari

Untuk Mereka

leave a comment »

Tuhan,

Sepertinya ku tak perlu menyampaikan seperti ini

Yang mungkin sekedar retorika belaka

Tapi, ini bukan untuk Mu

Tapi, ini untuk mereka yang senantiasa bertanya

Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

December 30, 2009 at 2:44 am

Posted in cermin jiwa

Wahai Dunia

leave a comment »

Wahai dunia, pergilah engkau!

Aku sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untuk kau ambil

Jejak-jejak usaha yang dahulu aku banggakan

Begitu saja engkau rengkuh tak tersisa

.

Wahai dunia, pergilah engkau!

Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk kau rebut

Tetesan jejak karya yang dahulu aku bersamanya

Begitu saja engkau himpun dan berlalu

.

Read the rest of this entry »

Written by hanumisme

December 27, 2009 at 8:22 am

Posted in cermin jiwa

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.