khuzaifah hanum

share to others

7 Perangkap Setan

with 6 comments

Mengutip salah satu ulama terkenal, Ibnu Qayyim al-Jauzi, di sini ingin saya berbagi tentang sebuah nasihat baik yang semoga bermanfaat bagi kita semua. Dalam kutipannya tersebut, setidaknya ada 7 (tujuh) tingkatan godaan setan terhadap manusia.

Pertama, setan mengajak manusia kepada kemusyrikan. Pada level ini, setan mencoba mengecoh asas keimanan manusia untuk mengingkari Allah SWT sebagai Tuhan yang harus disembah. Seruan kepada kemusryikan ini terus mengalami perkembangan dan penyesuaian di setiap masa. Namun, pada hakikatnya, seruan kemusyrikan ini mengajak manusia untuk mengingkari Allah SWT, Tuhan Yang Esa, dan membelokkan keimanan manusia kepada tuhan-tuhan lain (thagut), yang bisa berbentuk uang, kekayaan, dan sebagainya.

Jika seorang manusia berhasil lepas dari jeratan setan yang pertama, maka setan terus menggoda manusia dengan tipuan yang kedua, yakni seruan kepada khurafat dan bid’ah. Esensi amal yang masuk dalam kategori khurafat dan bid’ah adalah ketika amalan tersebut tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Banyak orang yang merasa telah menghimpun banyak amal-amal saleh, niatnya sudah benar dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Namun, karena ilmu yang sedikit dan tidak mau bertanya kepada alim-ulama, maka terjebaklah manusia-manusia itu kepada seruan setan, dengan menjalankan khurafat dan bid’ah yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasul.

Lepas dari dua muslihat tersebut, setan tidak berputus asa menjebak manusia. Maka pada tingkat ketiga ini, setan menipu manusia yang telah beriman dan beramal shaleh, untuk melakukan dosa-dosa besar. Tidak masalah bagi setan, jika ada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, selama mereka melakukan dosa-dosa besar. Karena, bisa jadi, keimanan dan amal saleh seseorang akan rusak ketika mereka terbiasa melakukan dosa-dosa besar.

Keempat, ketika orang-orang yang beriman dan mengamalkan amal saleh berhasil lepas dari tipuan dosa-dosa besar, maka setan terus membujuk manusia untuk terkecoh melakukan dosa-dosa kecil. Dosa-dosa kecil memang tidak seberat dosa-dosa besar, apa lagi amal yang bernuansa khurafat, bid’ah, dan kemusyrikan. Namun, dosa-dosa kecil yang dilakukan secara rutin dipastikan akan menutupi mata hati manusia (nurani). Sehingga, manusia yang terbiasa melakukan dosa-dosa kecil akan kehilangan nurani-nya, hingga kemudian hidayah Allah SWT, tidak akan pernah menyentuh hati manusia tersebut. Di sinilah, sudah sepatutnya kita menghindari dosa-dosa kecil, sekecil apapun.

Di level kelima, di mana setan telah gagal menyeru manusia kepada kemusyrikan, khurafat dan bid’ah, dosa-dosa besar, hingga dosa-dosa kecil, maka setan terus mencoba menjerumuskan manusia untuk terkecoh dengan amal-amal yang melalaikan secara berkelanjutan. Amal-amal ini tidak menimbulkan dosa bila diamalkan, namun tidak juga memberikan pahala dan manfaat bagi yang melakukannya. Dalam tingkatan ini, setan terus mencoba mempengaruhi manusia agar tidak berbuat kebaikan, tapi terhenti amalnya pada perbuatan yang sama sekali tidak memberi manfaat, sia-sia.

Di tingkat yang lebih tinggi (keenam), setan terus mencoba memperdayai manusia. Ketika seseorang sudah memiliki akidah yang lurus, amal yang benar, menjauhkan diri dari perbuatan dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, bahkan dari sekedar amal yang sia-sia, maka setan terus menggoda manusia tersebut untuk gagal dalam memberikan prioritas amal. Ketika dihadapan manusia yang beriman tersebut hadir pilihan-pilihan amal kebajikan yang bervariasi nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatannya, maka setan mencoba menggelincirkan manusia tersebut kepada amal yang nilai kebaikan dan kebermanfaatannya paling rendah dari semua pilihan amal yang tersedia. Pada level ini, seharusnya kita bisa mengukur kadar amal yang hendak dilakukan berdasarkan kebermanfaatannya.

Di level tertinggi (ketujuh), merupakan level di mana para nabi, rasul, dan para ulama penerus nabi dan rasul berada. Pada level ini, setan tidak lagi menampakkan godaan-godaan yang bersifat metafisik. Namun, setan yang telah frustasi ini dengan usaha yang keras mencoba mengecoh manusia melalui serangan yang bersifat psikologis, bahkan serangan fisik, sebagaimana dahulu telah dirasakan oleh para nabi, rasul, dan para ulama penerus para nabi dan rasul. Setan di level ini menyamar menjadi manusia yang menyebarkan fitnah-fitnah kepada orang-orang yang beriman untuk menghentikan ibadah dan amal kebaikannya. Bahkan, tidak segan, setan-setan tersebut menampakkan diri baik dalam wujud jin dan manusia, untuk mencelakakan orang-orang yang beriman.

Barangkali, sulit bagi kita yang notabene manusia-manusia biasa yang tak pernah luput dari kelalaian untuk menyamai ‘kelas’ kita sebagaimana para Nabi, Rasul, dan ulama warasatul anbiyaa. Namun, tidak semestinya juga kita berputus asa dalam amal kebaikan. Tidak ada salahnya bagi kita untuk mengup-grade diri dari perangkap-perangkap setan. Idealnya, kita berada di level keenam, persis di bawah tingkatan para Nabi, Rasul, dan ulama penerusnya. Adalah ketika kita senantiasa lurus dalam aqidah, benar dalam amal, selalu terjaga dari dosa-dosa kecil apalagi dosa-dosa besar, serta sangat menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia.

Karena, kita selalu menyibukkan diri dengan amal-amal kebaikan. Yang bahkan dengannya, kita diharuskan untuk membuat prioritas amal yang memiliki kandungan kebermanfaatan terbanyak. Ketika itu, kita menjadi insan yang gemar menabur kebajikan kepada setiap orang di sekeliling kita, bahkan lingkungan alam tempat kita menetap, menjadi rahmatan lil ‘alamiin.

About these ads

Written by hanumisme

February 14, 2011 at 2:05 pm

Posted in jejak hari

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. berarti nyambung baca fiqh prioritas ya akh?

    rona khatulistiwa

    February 16, 2011 at 1:11 pm

    • bisa juga buku ‘jerat-jerat setan’-nya Ibnu Jauzi, ukh.. :D

      hanumisme

      February 17, 2011 at 1:15 pm

  2. hmm.. makasih atas tulisannya bang hanum..

    hakim

    February 17, 2011 at 10:05 am

    • sama-sama bang hakim.. hanya ingin berbagi pengetahuan saja, share to others.. :)

      hanumisme

      February 17, 2011 at 1:15 pm

  3. jazakallahu infonya kebetulan lagi cari materi tersebut

    nursamsu

    March 4, 2013 at 11:27 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: