Untuk Mereka
Tuhan,
Sepertinya ku tak perlu menyampaikan seperti ini
Yang mungkin sekedar retorika belaka
Tapi, ini bukan untuk Mu
Tapi, ini untuk mereka yang senantiasa bertanya
.
Tuhan,
Sungguh Engkau Maha Mengetahui apa yang tersirat dalam hati
Dan biarkan ku tulis ini terbuka
Agar tiada lagi hati yang dipenuhi prasangka
.
Tuhan,
Tiada yang lebih indah,
ketika Engkau hadiahkan makna hakikat atas setiap kenyataan
Tiada yang lebih indah,
ketika Engkau karuniakan kesyukuran atas setiap ketetapan-Mu
Tiada yang lebih indah,
ketika Engkau anugerahkan kesabaran atas setiap penggal kehidupan
Dan setiap jiwa yang sempit, tentunya akan melapang
Dan setiap hati yang sesak, tentunya akan tersenyum
.
Tuhan,
Seperti para ahli surga dahulu berkata,
Jika aku beribadah kepada Mu, masih mengharap pandangan makhluk Mu
Maka hancurkanlah amal-amal yang ku anggap itu terbaik
Hancurkanlah itu semua, dan terbangkanlah itu bagai anai-anai
Dan biarkan jiwa itu mengembara dalam ketidakpastiannya
Hingga lelah ia melangkah, menjumpai matinya sia-sia
.
Tuhan,
Tapi ku mohon kepada Mu
Jangan sia-siakan setiap ibadahku,
yang mengharap tetesan ridha Mu
Jadikanlah jiwa ku senantiasa dalam pengharapan hanya kepada Mu
Jangan biarkan nafsu menguasai jiwa ku,
yang menghadirkan tandingan bagi Mu
Hingga penyesalan tiada akhir menghinggapi ku, suatu hari akhir nanti
.
Tuhan,
Sampaikanlah ini pada mereka
Yang entah mungkin hingga kini masih berprasangka
Sungguh, ku tak mengharap iba mereka
Karena hanya kepada Engkau, ku berharap
Dan hanya kepada Engkau, ku berharap
.
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sesak disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud. Dan, sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.
(an-Nahl: 97-99)